Rabu, 18 November 2009

Kifu

ifu adalah catatan pertandingan seseorang pemain IGO dengan pemain IGO lainnya. Dengan mempelajari kifu lawan biasanya seseorang pemain IGO bisa meneliti kelemahan lawan. Banyak juga pemain IGO yang menggunakan kifunya sendiri sebagai bahan referensi pertandingan berikutnya, soalnya dengan melihat hasil pertandingan sebelumnya dia bisa melihat letak kesalahan yang ia lakukan. Didalam kifu juga bisa di lihat langkah pertama ytang di lakukan oleh pemain untuk memulai strategi penyerangan.
Biasanya setiap pertandingan yang sudah masuk level pro akan banyak sekali orang yang mencari kifunya, karena dengan melihat kifu pemain-pemain berlevel tinggi maka kita bisa mempelajari strategi yang mereka gunakan agar kita bisa meraih kemenangan. Dalam turnamen pun biasanya ada orang yang selalu mencatat langkah-langkah pemain untuk arsip pertandingan di turnamen tersebut. Untuk mendafatkan diri untuk menjadi murid GO Institute pun di perlukan kifu.




Kifu : (Hikaru VS Yashiro)

Jumat, 13 November 2009

Tulisan Jepang

Tulisan bahasa Jepang berasal dari tulisan bahasa China (漢字/kanji) yang diperkenalkan pada abad keempat Masehi. Sebelum ini, orang Jepang tidak mempunyai sistem penulisan sendiri.
Tulisan Jepang terbagi kepada tiga:
Kedua aksara terakhir ini biasa disebut kana dan keduanya terpengaruhi fonetik bahasa Sansekerta. Hal ini masih bisa dilihat dalam urutan aksara Kana. Selain itu, ada pula sistem alihaksara yang disebut romaji.
Bahasa Jepang yang kita kenal sekarang ini, ditulis dengan menggunakan kombinasi aksara Kanji, Hiragana, dan Katakana. Kanji dipakai untuk menyatakan arti dasar dari kata (baik berupa kata benda, kata kerja, kata sifat, atau kata sandang). Hiragana ditulis sesudah kanji untuk mengubah arti dasar dari kata tersebut, dan menyesuaikannya dengan peraturan tata bahasa Jepang.

Kana

Aksara Hiragana dan Katakana (kana) memiliki urutan seperti dibawah ini, memiliki 46 set huruf masing-masing. Keduanya (Hiragana dan Katakana) tidak memiliki arti apapun, seperti abjad dalam Bahasa Indonesia, hanya melambangkan suatu bunyi tertentu, meskipun ada juga kata-kata dalam bahasa Jepang yang terdiri dari satu 'suku kata', seperti me(mata), ki (pohon) ni (dua), dsb. Abjad ini diajarkan pada tingkat pra-sekolah (TK) di Jepang.

Kanji


Banyak sekali kanji yang diadaptasi dari Tiongkok, sehingga menimbulkan banyak kesulitan dalam membacanya. Dai Kanji Jiten adalah kamus kanji terbesar yang pernah dibuat, dan berisi 30.000 kanji. Kebanyakan kanji sudah punah, hanya terdapat pada kamus, dan sangat terbatas pemakaiannya, seperti pada penulisan suatu nama orang.
Oleh karena itu Pemerintah Jepang membuat suatu peraturan baru mengenai jumlah aksara kanji dalam Joyō Kanji atau kanji sehari-hari yang dibatasi penggunaannya sampai 1945 huruf saja. Aksara kanji melambangkan suatu arti tertentu. Suatu Kanji dapat dibaca secara dua bacaan, yaitu Onyōmi (adaptasi dari cara baca China) dan Kunyōmi (cara baca asli Jepang). Satu kanji bisa memiliki beberapa bacaan Onyomi dan Kunyomi.


Sumber Tulisan : Wikipedia

Senin, 09 November 2009

Hinamatsuri



Hinamatsuri (雛祭り, ひなまつり ?) atau Hina Matsuri adalah perayaan setiap tanggal 3 Maret di Jepang yang diadakan untuk mendoakan pertumbuhan anak perempuan. Keluarga yang memiliki anak perempuan memajang satu set boneka yang disebut hinaningyō (雛人形 ?, boneka festival).
Satu set boneka terdiri dari boneka kaisar, permaisuri, puteri istana (dayang-dayang), dan pemusik istana yang menggambarkan upacara perkawinan tradisional di Jepang. Pakaian yang dikenakan boneka adalah kimono gaya zaman Heian. Perayaan ini sering disebut Festival Boneka atau Festival Anak Perempuan karena berawal permainan boneka di kalangan putri bangsawan yang disebut hiina asobi (bermain boneka puteri).
Walaupun disebut matsuri, perayaan ini lebih merupakan acara keluarga di rumah, dan hanya dirayakan keluarga yang memiliki anak perempuan. Sebelum hari perayaan tiba, anak-anak membantu orang tua mengeluarkan boneka dari kotak penyimpanan untuk dipajang. Sehari sesudah Hinamatsuri, boneka harus segera disimpan karena dipercaya sudah menyerap roh-roh jahat dan nasib sial.

Boneka yang ada di susunan dankazari (tangga untuk memajang). 1 boneka kaisar (o-dairi-sama) dan 1 boneka permaisuri (o-hina-sama), 3 boneka puteri istana (san-nin kanjo), 5 boneka pemusik pria (go-nin bayashi), 2 boneka menteri (daijin) dan 3 boneka pesuruh pria (shichō).



Sumber : Wikipedia

Minggu, 08 November 2009

Manga-ka



Mangaka adalah istilah bahasa jepang untuk pembuat komik Jepang (manga) / penggambar manga. Seorang mangaka di Jepang sangat di hargai sekali oleh pemerintah Jepang. Karena mangaka juga merupakan salah satu orang-orang yang ikut memelihara dan memperkenalkan kebudayaan dan segala hal tentang Jepang. Seperti halnya Masashi Kishimoto yang membuat manga Naruto, kata Naruto itu sendiri di ambil dari nama tempat wisata di Kota Naruto, Prefektur Tokushima dan juga nama sebuah jembatan Ohnaruto yang melintasi selat Naruto di Prefektur Tokushima. Masih banyak lagi manga yang dibuat berdasarkan hal-hal yang ada di Jepang seperti sejarah, kebudayaan, nama daerah dab lain sebagainya.


Fujiko F Fujio
Manga-ka "Doraemon"


Photo Masashi Kishimoto
Manga-ka "Naruto"

Daftar Nama Manga-ka Jepang dari wikipedia :

A

B

C

D

E

F

G

H

I

J


K

L

M

N

O

P

R

S

T

U

W


Y


 Itu adalah beberapa orang manga-ka yang saya dapat dari wikipedia. Mungkin masih banyak lagi manga-ka yang ada di seluruh dunia ini yang belum terdaftar di atas ini.

Jumat, 06 November 2009

IGO (Board Game)


Igo, go, weiqi, atau baduk adalah permainan papan strategis antar dua pemain, berasal dari Tiongkok sekitar 2000 SM sampai 200 SM. Permainan ini sekarang populer di Asia Timur. Pengembangan sistem untuk bermain igo melalui Internet telah meningkatkan popularitasnya di belahan dunia lain.

Di Indonesia, nama igo dan go sama-sama digunakan. Go adalah nama Inggrisnya yang berasal dari pelafalan bahasa Jepang aksara 碁 (go), walaupun di Jepang permainan ini biasa disebut 囲碁 (igo). Namanya di bahasa Tionghoa yaitu 圍棋 (trad.)/围棋 (sed.) (pinyin: wéiqí) kurang lebihnya berarti "permainan papan mengelilingi (wilayah)". Nama kunonya adalah 弈 (pinyin: yì), dan juga terdaftar dalam Kamus Kangxi sebagai 碁. Permainan ini disebut 바둑 (baduk) di bahasa Korea.

Tinjauan permainan

Kedua pemain, hitam dan putih, bertempur untuk memaksimalkan wilayah yang mereka kuasai, mengelilingi daerah besar di papan dengan batu-batunya, menjebak batu-batu musuh yang menyusup daerahnya, dan melindungi batu-batu mereka dari penangkapan. Strategi yang terlibat sangatlah halus namun kompleks. Beberapa pemain tingkat tinggi mendedikasikan waktu bertahun-tahun untuk menyempurnakan strateginya. Bagi sebagian orang, igo adalah permainan strategi yang paling hebat karena mengalahkan catur maupun shogi dalam hal kompleksitasnya.

Igo biasanya diklasifikasikan sebagai permainan papan abstrak. Walaupun begitu, kemiripan permainan igo dengan perang sering disebutkan. Sebagai contoh, tulisan klasik Tiongkok The Art of War (孫子兵法) terkadang diterapkan pada strategi igo. Di lain pihak, strategi umum igo sering dituangkan dalam pepatah dan bisa diterapkan pada konteks lain misalnya manajemen.

Perang di dunia nyata berakhir ketika kedua belah pihak menandatangani perjanjian. Di igo, kedua pemain harus setuju bahwa permainan telah selesai. Setelah itu nilai dan pemenangnya baru dapat ditentukan.

Aturan dasar


  • Dua pemain, hitam dan putih, bergantian meletakkan batu pada titik-titik dari papan berukuran 19x19 (19 garis horizontal dan vertikal). Hitam mulai terlebih dahulu.
  • Tiap batu harus memiliki liberti (titik bersebelahan yang kosong) agar bisa tetap berada di papan. Batu-batu berwarna sama yang terhubung oleh garis disebut rantai, dan saling berbagi liberti.
  • Saat sebuah batu atau rantai dikelilingi oleh batu-batu musuh sehingga tidak punya liberti lagi, batu atau rantai tersebut tertangkap dan dikeluarkan dari papan.
  • Jika sebuah batu tidak memiliki liberti sesaat setelah dimainkan, namun secara bersamaan menghilangkan liberti terakhir rantai lawan, maka yang tertangkap adalah rantai lawan.
  • "Aturan Ko": Sebuah batu tidak boleh dimainkan di titik tertentu, jika langkah tersebut mengulang posisi papan pada langkah sebelumnya dari pemain yang bersangkutan.
  • Pemain dapat melakukan pass sebagai alternatif dari meletakkan batu. Saat kedua pemain pass berturut-turut, permainan berakhir lalu nilai dihitung.

Nilai pemain adalah jumlah titik kosong yang hanya dikelilingi batu-batunya ditambah dengan jumlah batu musuh yang ditangkap. Pemain dengan nilai terbesar menang. (Perlu diketahui bahwa ada aturan yang menggunakan cara menghitung berbeda, namun hampir selalu memberikan hasil yang sama.) Untuk pembahasan yang lebih mendetil, lihat Aturan igo.

Ini adalah esensi permainan igo. Resiko tertangkap berarti batu-batu harus bekerja sama untuk menguasai wilayah, yang membuat permainannya sangat kompleks dan menarik. (Lihat pula strategi.)

Go tidak hanya memungkinkan permainan antar pemain dengan kekuatan sama (even game), tapi juga permainan handicap antar pemain dengan kekuatan berbeda; lihat aturan opsional.


Aturan opsional

Aturan opsional termasuk:

  • nilai kompensasi, hampir selalu untuk pemain kedua, lihat komi;
  • batu kompensasi yang diletakkan di papan sebelum permainan bergilir dimulai, yang memungkinkan permainan menarik antar pemain dengan kekuatan berbeda (lihat handicap igo untuk informasi tambahan).


Sumber : Wikipedia